• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Bedah Buku Karya Ustadz Nur Yasin: Apa Iya Selama Ini Kita Salah Paham Soal Takdir? 

Marjoko oleh Marjoko
22 detik yang lalu
in Kabar
0
Bedah buku Ustadz Nur Yasin di Masjid Al Muttaqin sukses membuat jamaah membuka paradigma baru memahami takdir.

Bedah buku Ustadz Nur Yasin di Masjid Al Muttaqin sukses membuat jamaah membuka paradigma baru memahami takdir.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 8 Maret 2026 – Masjid Al Muttaqin, Perum Gading Permain, Kota Pasuruan menjadi saksi kajian ilmiah yang menarik pada sore hari. Acara bedah buku berjudul “Antara Takdir dan Free Will” karya Drs. H.M. Nur Yasing, M.Pd.I, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan, berlangsung hangat dan interaktif. Acara yang dihadiri oleh puluhan jamaah ini tidak hanya membedah isi buku, tetapi juga menjadi forum diskusi mendalam tentang hakikat manusia, berpikir, dan takdir.

Sebelum memasuki inti pembahasan tentang takdir, Drs. H.M. Nur Yasing, M.Pd.I terlebih dahulu membangun pondasi pemahaman yang kokoh melalui empat pertanyaan kunci yang memantik diskusi.

Pertanyaan pertama yang dilempar kepada jamaah adalah tentang perbedaan mendasar antara manusia dan hewan. Dalam sesi ini, beliau menjelaskan konsep “otomatis” dan “otonomi”. Beliau menjelaskan bahwa hewan itu hanya punya sifat otomatis, naluri yang tidak bisa dikendalikan. Contohnya, kucing akan langsung menyambar ikan pindang karena nalurinya. Sedangkan manusia, di samping memiliki sistem otomatis seperti detak jantung atau pertumbuhan rambut, juga dianugerahi otonomi, yaitu kemampuan untuk memilih dan mengendalikan tindakan. Beliau menegaskan bahwa memendekkan rambut itu otonomi, ada pilihan. Begitu juga salat, puasa, dan menutup aurat. Semua tindakan otonomi inilah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, berbeda dengan hewan atau sistem otomatis dalam diri manusia.

Pada poin kedua, pemateri menyoroti kualitas kecerdasan. Menurut beliau, hewan memiliki kecerdasan tunggal yang spesifik, seperti burung yang pintar terbang atau berang-berang yang ahli membuat bendungan dengan konstruksi yang rumit. Namun, manusia dianugerahi kecerdasan majemuk yang jauh lebih kompleks dan memungkinkannya untuk berinovasi di berbagai bidang.

Related Post

PCA ‘Aisyiyah Purworejo Kota Pasuruan menyalurkan 68 paket sembako bagi warga membutuhkan melalui Ta’awun Sosial Ramadhan.

‘Aisyiyah Purworejo Pasuruan Bagikan 68 Paket Sembako Lewat Aksi Ta’awun Sosial Ramadhan

8 Maret 2026
Ustadz Dadang mengingatkan jemaah bahwa Ramadhan adalah momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan penawar penyakit hati.

Ustadz Dadang: Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an untuk “Melangitkan” Manusia

8 Maret 2026

SD Al Kautsar Pasuruan Gandeng Lazismu Buka Pondok Ramadhan 1447 H

7 Maret 2026 - Updated On 8 Maret 2026

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026

Diskusi kemudian mengerucut pada pertanyaan tentang bagaimana Islam memandang kebebasan berpikir. Beliau dengan tegas menjawab bahwa berpikir adalah sebuah kewajiban, merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an seperti afala ta’qilun, maka apakah kamu tidak memikirkan? Namun, beliau memberikan perspektif menarik tentang porsi berpikir. Beliau menyampaikan bahwa ada orang-orang tertentu yang memang harus banyak berpikir, mereka yang disebut ulul albab yang senantiasa memikirkan ciptaan Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring. Tapi untuk orang beriman, porsi utamanya adalah dzikir, porsi mikirnya sedikit. Beliau menganalogikan seperti nasihat seorang dokter kepada pasien manula untuk tidak banyak berpikir agar tekanan darah tidak naik. Beliau mengingatkan bahwa kita ini kalau disuruh mikir, malah jadi lupa sama Allah. Maka dominan kita adalah dzikir, dijiwai, diulang-ulang hingga menjadi kenyataan, seraya memberi contoh praktik “ucapan yang dijiwai” untuk mengubah persepsi, yang diikuti oleh para jamaah dengan antusias.

Pada pertanyaan keempat, beliau mendefinisikan berpikir sebagai proses memahami dan mengambil kesimpulan. Beliau meminjam teori Tapiuddin An-Nakrani yang menyebutkan empat syarat berpikir: adanya objek, panca indra yang menangkapnya, otak yang mengolah, dan yang terpenting adalah data awal di dalam otak. Untuk mengilustrasikan pentingnya data awal, beliau melempar pertanyaan teka-teki “burnas kogen” yang tidak bisa dijawab jamaah karena tidak memiliki data awal tentang istilah tersebut. Beliau menjelaskan bahwa Nabi Adam pun diberi Allah nama-nama sebagai data awal, sehingga ketika menghadapi alam semesta, beliau bisa memahami dan menghubungkannya. Adapun metode berpikir yang mudah dan mantap, beliau menyarankan untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari satu sudut pandang. Beliau menjelaskan bahwa cara berpikir itu seperti rangkaian biner dalam komputer, dari satu dan nol yang sederhana bisa menghasilkan sistem yang kompleks. Kita harus melihat sesuatu dari minimal dua sudut pandang, seperti hakim yang mendengarkan dua sisi sebelum memutuskan. Jangan mengambil langkah ketika marah, karena saat itu kita hanya melihat satu sisi.

Menjelang akhir sesi, beliau mengajak jamaah untuk merenungkan konsep diri dalam ranah sosial. Siapa “Saya” itu ternyata bisa meluas tergantung lawan bicaranya. Ketika berhadapan dengan warga negara asing, maka tokoh-tokoh bangsa seperti Presiden Prabowo Subianto adalah representasi dari “Saya”. Konsep ini, menurut beliau, penting untuk membangun rasa kebersamaan dan solidaritas.

Acara yang hanya sempat membahas empat dari 229 pertanyaan dalam buku ini pun ditutup dengan sholat berjamaah dan buka puasa bersama. Jamaah terlihat puas mendapatkan perspektif baru tentang takdir, yang ternyata harus dipahami dengan terlebih dahulu menata cara berpikir yang benar sebagai seorang manusia.

Donation

Buy author a coffee

Donate
ShareTweetShare
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

PCA ‘Aisyiyah Purworejo Kota Pasuruan menyalurkan 68 paket sembako bagi warga membutuhkan melalui Ta’awun Sosial Ramadhan.
Kabar

‘Aisyiyah Purworejo Pasuruan Bagikan 68 Paket Sembako Lewat Aksi Ta’awun Sosial Ramadhan

oleh Firnas Muttaqin
8 Maret 2026
Ustadz Dadang mengingatkan jemaah bahwa Ramadhan adalah momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan penawar penyakit hati.
Kabar

Ustadz Dadang: Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an untuk “Melangitkan” Manusia

oleh Firnas Muttaqin
8 Maret 2026
SD Al Kautsar Pasuruan membuka Pondok Ramadhan bersama Lazismu untuk menanamkan semangat sedekah siswa sejak dini.
Kabar

SD Al Kautsar Pasuruan Gandeng Lazismu Buka Pondok Ramadhan 1447 H

oleh Firnas Muttaqin
7 Maret 2026 - Updated On 8 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026

Tak Disangka! Di Balik Khotmul Quran SD Al Kautsar, Muncul Hafidzah Cilik 10 Juz yang Menginspirasi

14 Februari 2026 - Updated On 15 Februari 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Bedah buku Ustadz Nur Yasin di Masjid Al Muttaqin sukses membuat jamaah membuka paradigma baru memahami takdir.

Bedah Buku Karya Ustadz Nur Yasin: Apa Iya Selama Ini Kita Salah Paham Soal Takdir? 

8 Maret 2026
PCA ‘Aisyiyah Purworejo Kota Pasuruan menyalurkan 68 paket sembako bagi warga membutuhkan melalui Ta’awun Sosial Ramadhan.

‘Aisyiyah Purworejo Pasuruan Bagikan 68 Paket Sembako Lewat Aksi Ta’awun Sosial Ramadhan

8 Maret 2026
Ustadz Dadang mengingatkan jemaah bahwa Ramadhan adalah momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan penawar penyakit hati.

Ustadz Dadang: Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an untuk “Melangitkan” Manusia

8 Maret 2026
SD Al Kautsar Pasuruan membuka Pondok Ramadhan bersama Lazismu untuk menanamkan semangat sedekah siswa sejak dini.

SD Al Kautsar Pasuruan Gandeng Lazismu Buka Pondok Ramadhan 1447 H

7 Maret 2026 - Updated On 8 Maret 2026

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan