Pasuruan, 23 Januari 2026 – Guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan isu kesehatan mental di tingkat komunitas, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Pasuruan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menyelenggarakan Pelatihan Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP). Pelatihan berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (22-23 Januari 2026), di Ruang Rapat DP3AKB Kota Pasuruan.
Kegiatan ini secara khusus diikuti oleh seluruh SDM Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Puspita Melati Aisyiyah. Pelatihan bertujuan untuk melatih para peserta menjadi konselor yang mampu menjadi jembatan bagi masyarakat yang menghadapi permasalahan, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
“Tujuannya adalah melatih SDM Puspaga untuk menjadi konselor, menjadi jembatan bagi masyarakat dalam memahami situasi, kondisi, dan menemukan solusi,” jelas Emilis Setyawati, Ketua Puspita Melati Aisyiyah Kota Pasuruan, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan.
Lebih lanjut, Emilis menyatakan bahwa peran konselor tidak hanya sekadar mendengarkan, tetapi juga mampu mengarahkan masyarakat ke lembaga rujukan yang tepat sesuai kebutuhan klien. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya kesehatan yang maksimal bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat.
Materi inti pelatihan berfokus pada pengenalan Dukungan Psikologis Awal (DPA). DPA didefinisikan sebagai serangkaian keterampilan sederhana yang dilakukan secara terencana untuk mengurangi dampak negatif dari suatu masalah dan membantu pemulihan psikologis seseorang.
Dalam konteks ini, peran Puspaga Puspita Melati ditekankan pada pemberian dukungan psikososial yang berbasis keluarga dan kelompok masyarakat. Pendekatan ini dianggap krusial mengingat keluarga dan komunitas merupakan lingkungan terdekat yang dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pemulihan individu.
Pelatihan ini menandai komitmen bersama antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menguatkan infrastruktur pendukung kesehatan mental di Kota Pasuruan. Keberadaan konselor-konselor terlatih di tingkat akar rumput diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam deteksi dini dan pendampingan sederhana terhadap masalah psikologis warga, sebelum dirujuk ke tingkat layanan yang lebih tinggi jika diperlukan
Editor: Firnas Muttaqin












