• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Rahasia Biologis dan Psikologis di Balik Kewajiban Puasa

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
35 detik yang lalu
in Kajian
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 22 Januari 2026 – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Ustadz Anang Abdul Malik kembali memberikan pencerahan dalam pengajian rutin Kamis malam di Masjid At-Taqwa, Jagalan. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa perintah Allah, terutama ibadah puasa, bukanlah beban, melainkan sebuah desain sempurna untuk kebahagiaan dan kesehatan manusia.

1. Puasa dan Mekanisme Autophagy: Pembersihan Sel Tubuh

Ustadz Anang menjelaskan bahwa perintah puasa memiliki dimensi medis yang sangat canggih. Beliau mengangkat fenomena Autophagy, sebuah penemuan ilmiah yang kini banyak dipraktikkan bahkan oleh masyarakat non-Muslim di dunia medis.

 “Autophagy adalah kondisi di mana sel-sel tubuh yang sehat ‘memakan’ atau membersihkan sel-sel yang sudah mati dan sampah metabolisme dalam tubuh kita. Mekanisme ini berjalan paling efisien saat seseorang sedang berpuasa,” jelas Ustadz Anang.

Beliau menyayangkan jika ada umat Islam yang justru malas berpuasa, padahal secara sains, puasa adalah proses “detoksifikasi” alami yang menjaga fisik tetap bugar. “Allah mengatur manusia dengan sangat detail. Durasi satu bulan adalah waktu yang presisi untuk membersihkan residu penyakit dalam tubuh.”

Related Post

No Content Available

2. Mengubah Mindset: Mengapa Harus Satu Bulan?

Selain kesehatan fisik, puasa berperan besar dalam transformasi mental atau psikis. Ustadz Anang mengutip prinsip-prinsip motivator dunia tentang perubahan karakter yang membutuhkan waktu konsisten antara 25 hingga 30 hari—durasi yang sama dengan bulan Ramadan.

Beliau mengilustrasikan hal ini dengan sebuah kisah inspiratif tentang seorang menantu dan mertua:

Konflik: Seorang menantu yang membenci mertuanya berniat meracuni sang mertua.

Syarat Perubahan: Seorang ahli psikologi (penjual obat) memberinya “obat” yang harus diberikan selama 30 hari, namun dengan syarat si menantu harus bersikap sangat baik dan lembut selama masa tersebut agar tidak dicurigai sebagai pembunuh.

Hasilnya: Di hari ke-30, kebencian sang menantu berubah menjadi cinta yang tulus karena ia terbiasa berbuat baik selama sebulan. Mertua pun berubah menjadi sangat sayang.

Pelajaran: Puasa Ramadan adalah “obat” dari Allah untuk mencuci karakter buruk manusia melalui pembiasaan selama 30 hari.

3. Al-Qur’an dan Eksaknya Ilmu Pengetahuan

Dalam penutupnya, Ustadz Anang mengajak jamaah untuk tidak memisahkan agama dengan ilmu pengetahuan (sains). Beliau mencontohkan bagaimana Al-Qur’an sudah menjelaskan tentang peredaran matahari dan bulan yang sangat presisi (eksak).

“Allah menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dengan garis edar yang pasti agar manusia bisa menghitung tahun dan waktu. Dari sinilah lahir ilmu astronomi dan fisika,” ungkap beliau. Beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat mendukung disiplin ilmu, baik kedokteran, psikologi, maupun sains, karena semuanya bersumber dari ayat-ayat Allah yang tercipta di alam semesta.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: puasaramadhan
ShareTweetShare
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dua Siswa SD Al Kautsar Beserta Sekolah Yang Lain Terpilih Mewakili Kota Pasuruan dalam Tim Polisi Cilik

8 Januari 2026

Peresmian dan Launching Gedung Baru SD MuCES: Takdir Baik yang Berikan Ruang Gerak Lebih Luas bagi Siswa

5 Januari 2026

Kiai Cepu Pimpin Refleksi Akhir Tahun Bersama Tokoh Lintas Agama di Berkah Fest 2025

1 Januari 2026

Lomba Memasak Warnai Hari Ketiga Berkah Fest 2025, Dua Chef Profesional Menjadi Juri

27 Desember 2025

Rahasia Biologis dan Psikologis di Balik Kewajiban Puasa

23 Januari 2026
wildan

Menuju Musycab 3 IMM Pasuruan Raya, Bergerak Matang atau Sekadar Rutinitas yang Terasa Selesai?

23 Januari 2026

Belajar dari “Agak Laen”: Film tentang Kegagalan yang Sukses Merajai Layar Lebar

22 Januari 2026

Protokol Nabi Yusuf : Strategi Anti Miskin 3.000 Tahun yang Lalu, Masih Relevan Hari Ini?

21 Januari 2026

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan