Dalam kehidupan, manusia tidak pernah lepas dari berbagai masalah dan ujian, yang merupakan sunatullah dan bagian dari desain penciptaan Allah SWT. Moh. Saladin, M.Pd.I. menegaskan bahwa inti persoalannya bukanlah pada ada atau tidaknya masalah, melainkan pada bagaimana kita menyikapi dan melewatinya. Beliau menambahkan bahwa seringkali, kekuatan sejati seseorang untuk bertahan dan tegar di tengah badai kehidupan bukan berasal dari faktor fisik atau materi, melainkan dari hubungan spiritual yang dijalin dengan Sang Pencipta melalui doa. Doa berperan sebagai senjata pamungkas yang tidak terlihat, namun kekuatannya mampu mengubah keadaan dan memberikan keberanian.
Secara bahasa, “doa” mengandung makna memanggil, mengundang, dan memohon. Ustadz Saladin, hakikat doa kepada Allah serupa dengan panggilan tulus seorang anak kepada ibunya saat membutuhkan rasa aman dan perlindungan. Seruan “Ya Rabbi!” adalah pengakuan akan keterbatasan diri sekaligus undangan akan kehadiran dan keberkahan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Allah SWT menegaskan kedekatan-Nya dalam firman-Nya, Q.S. Al-Baqarah ayat 186, yang menyatakan bahwa Dia selalu dekat dan mengabulkan permohonan orang yang berdoa. Ustadz Saladin menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan komunikasi dengan Allah adalah hubungan spiritual yang langsung dan intim, bukan prosedur berjarak.
Narasumber kajian ini menekankan bahwa doa bukanlah transaksi, melainkan bentuk ibadah untuk membangun ketekunan dan kedekatan (taqarrub) dengan Allah. Rasulullah SAW mengingatkan untuk tidak mengeraskan suara dalam berdoa, karena Allah Maha Mendengar bisikan jiwa.Ustadz Saladin menyatakan bahwa yang terpenting adalah membangun dan menjaga hubungan itu sendiri, sementara hasil doa diserahkan sepenuhnya kepada kebijaksanaan Allah. Terkadang permintaan dikabulkan secara langsung, ditunda, atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik di sisi-Nya. Beliau memberikan contoh, permohonan kesembuhan yang belum dikabulkan bisa menjadi sarana penghapusan dosa dan peningkatan kedudukan di sisi Allah.
Kekuatan doa, pungkas Moh. Saladin, M.Pd.I., terletak pada keseringan dan ketulusan dalam mengetuk pintu langit. Doa adalah pengakuan ketidakberdayaan sekaligus manifestasi keimanan, yang mengubah kelemahan manusia menjadi peluang untuk dekat dengan Sumber Kekuatan hakiki. Oleh karena itu, beliau mengajak untuk menjadikan doa sebagai napas dalam kehidupan dengan senantiasa memanggil, mengundang keberkahan, dan memohon pertolongan-Nya. Saat kita berdoa dengan penuh pengharapan dan penyerahan, sesungguhnya kita sedang membuka diri untuk menerima cahaya, kekuatan, dan ketenangan yang hanya datang dari Dia Yang Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan.










