Rabu, 4 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Riset Mahasiswa (UKM LRM) Uniwara dalam memperluas jejaring kelembagaan melalui kegiatan studi banding bersama LPPM UNU Kota Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung ITC Lt. 3, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, dalam suasana diskusi terbuka tersebut dihadiri oleh Ketua LPPM UNU Kota Pasuruan, Dr. Amang Fathurrohman, M.Pd., serta Makhfud Syawaludin, S.Pd.I., M.Pd., dan Ibu Pinctada Putri Pamungkas, S.Pi,MP., selaku perwakilan tim LPPM UNU Kota Pasuruan.
Turut hadir pula perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), UKM PERS, dan UKM PI di lingkungan UNU Pasuruan. Pertemuan ini secara khusus membahas rencana kolaborasi pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan bersama di Desa Wonosari pada tanggal 12 Februari 2026 beserta diskusi dari masing-masing program kerja baik yang sudah terlaksana maupun dalam rancangan.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antar organisasi, tetapi juga ruang dialog strategis dalam membahas penguatan peran mahasiswa di bidang riset serta implementasinya dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satu topik yang mengemuka dalam diskusi adalah pemanfaatan sekam padi di Desa Wonosari, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai fokus kegiatan pengabdian yang dirancang secara kolaboratif.
Desa Wonosari dipandang memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan melalui program pengabdian masyarakat, mengingat mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dengan hasil sampingan berupa sekam padi dalam jumlah melimpah.
Selama ini, sekam padi umumnya dijual dengan harga rendah, bahkan kerap dibakar karena dianggap belum memiliki nilai ekonomis yang signifikan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya gagasan pengabdian masyarakat berupa edukasi dan pendampingan pengolahan sekam padi menjadi briket arang yang memiliki nilai guna serta potensi nilai jual lebih tinggi.
Dalam forum diskusi, nama Bapak Mohammad Zainul Alim atau dikenal dengan nama Bapak Alim turut mencuat sebagai sosok yang dinilai memiliki kompetensi untuk dilibatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Pengalamannya memproduksi briket berbahan batok kelapa hingga dipasarkan ke luar negeri menjadi referensi penting dalam merancang skema pelatihan pembuatan briket dari sekam padi. Bahkan, kemungkinan peminjaman mesin produksi turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai bentuk dukungan teknis dalam pelaksanaan pengabdian.
Diskusi juga membahas mengenai aspek teknis pelaksanaan pengabdian masyarakat, mulai dari tahapan sosialisasi kepada warga, praktik pembuatan briket, hingga pembahasan kemasan dan peluang penjualan secara sederhana. Perwakilan BEM, UKM PERS, dan UKM PI terlibat aktif dalam memberikan pandangan agar kegiatan pengabdian yang dirancang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberikan pemahaman dan pengalaman langsung kepada masyarakat.
Achmad Khozin selaku Wakil Presiden Mahasiswa UNU Pasuruan turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi pengabdian masyarakat yang digagas UKM LRM Uniwara. Menurutnya, program tersebut menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara konkret. Ia menegaskan bahwa inovasi berbasis riset mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada tataran akademik, melainkan diwujudkan dalam aksi sosial yang berdampak langsung. BEM UNU Pasuruan, lanjutnya, berkomitmen mendorong gerakan mahasiswa yang solutif, berbasis riset, serta berorientasi pada keberlanjutan melalui sinergi antarorganisasi.
Sementara itu, Risalatul Fathimah Ahmad selaku Ketua Umum UKM Lembaga Riset Mahasiswa (LRM) Uniwara menyampaikan terima kasih atas kolaborasi bersama tim LPPM UNU Kota Pasuruan, UKM PERS, dan BEM UNU Pasuruan dalam program studi banding dan pengabdian masyarakat tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa riset mahasiswa dapat diwujudkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi gerakan yang solutif dan berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi ini terus berkembang dan melahirkan program pengabdian berbasis riset yang berdampak lebih luas.
Selain substansi program, juga mendiskusikan setiap program kerja yang dilakukan oleh setiap organisasi mahasiswa yang terlibat melalui Pemaparan Program Kerja diharapkan dapat menjadi pengalaman sekaligus membuka peluang baru dari organisasi untuk terus berkembang dan berdampak.
Dalam forum juga disampaikan pentingnya koordinasi yang terstruktur antar organisasi dalam merealisasikan kolaborasi pengabdian masyarakat tersebut. Penguatan kinerja internal UKM LRM serta komunikasi intensif dengan pihak LPPM UNU Kota Pasuruan menjadi langkah strategis agar kegiatan dapat berjalan efektif dan sesuai perencanaan.
Studi banding ini pada akhirnya menegaskan komitmen bersama antara UKM LRM Uniwara dan LPPM UNU Kota Pasuruan dalam menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat yang kolaboratif, terukur, dan berbasis potensi lokal. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam menjembatani gagasan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Penulis : UKM Lembaga Riset Mahasiswa, Uniwara








