Pasuruan, 20 Februari 2026 – Masjid Al Kautsar tampak penuh sesak oleh jamaah yang antusias menjalankan salat Isya dan tarawih pada malam 4 Ramadhan 1447 H. Di tengah kekhusyukan tersebut, hadir Ustadz Mustakin, S.Pd.I., S.Pd. yang membawakan kultum bertajuk pentingnya rasa syukur dan bertaubat. Beliau mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan emas bagi setiap hamba untuk berbenah dan kembali fitrah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Mustakin mengawali dengan mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas berbagai nikmat, terutama nikmat kesehatan dan kesempatan beribadah bersama di bulan Ramadhan. Beliau menekankan bahwa tidak semua orang mendapatkan peluang yang sama untuk melaksanakan sholat Isya dan tarawih berjamaah. Karena itu, kesempatan tersebut harus dijadikan momentum untuk meningkatkan keimanan.
Beliau kemudian menjelaskan ayat Al-Qur’an tentang potensi jiwa manusia yang memiliki dua kecenderungan, yaitu fujur (keburukan) dan taqwa (kebaikan). Menurutnya, manusia tidak mungkin lepas dari kesalahan. Setiap orang pernah melakukan dosa, karena manusia adalah tempat salah dan lupa. Namun, manusia terbaik adalah mereka yang segera bertaubat ketika melakukan kesalahan.
“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membersihkan diri. Kita diajarkan untuk menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, dan memohon ampunan kepada Allah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ustadz Mustakin juga menjelaskan makna Ramadhan yang secara bahasa dapat diartikan sebagai “membakar”. Maksudnya, dosa-dosa manusia dibakar melalui amal ibadah yang dilakukan dengan iman dan keikhlasan. Ia mengutip hadis Rasulullah bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni. Begitu pula dengan ibadah malam seperti sholat tarawih, jika dilakukan dengan ikhlas, Allah akan memberikan ampunan-Nya.
Dalam kultum tersebut, beliau menekankan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan untuk menyucikan hati dan memperbaiki akhlak. Ia mengajak jamaah untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan positif seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, menjaga lisan, dan memperbanyak doa.
Ustadz Mustakin juga mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan Ramadhan dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Menurutnya, Ramadhan adalah kesempatan emas yang hanya datang sekali setahun, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Di akhir ceramah, Ustadz Mustakin mengajak jamaah untuk berdoa agar seluruh ibadah Ramadhan diterima Allah Subhanahu wa ta’ala dan dosa-dosa diampuni. Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh ketakwaan.
Kegiatan kultum tarawih di Masjid Al Kautsar pun menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum penting untuk membersihkan jiwa, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas keimanan umat Islam.











