Pasuruan, 20 Februari 2026 – Udara dingin di sepanjang Jalan KH. Wachid Hasyim, Kota Pasuruan, terasa lebih khidmat pada Jumat pagi. Di dalam Masjid Darul Arqom, jamaah duduk bersimpuh menyimak untaian nasihat yang disampaikan oleh Ust. Muhammad Said Mahfudz dalam sesi ceramah subuh.
Sebuah pertanyaan besar dilemparkan ke tengah jamaah: “Mengapa ujian hidup seolah datang silih berganti tanpa jeda?”
Siklus Ujian dan Rahasia di Baliknya
Ust. Muhammad Said Mahfudz menekankan bahwa kehidupan manusia memang dirancang sebagai rangkaian ujian. Namun, jika ujian terasa mencekik dan datang terus-menerus tanpa akhir, mungkin ada “pintu” yang lupa kita ketuk. Pintu itu adalah Istighfar.
Menurutnya, seringkali kita sibuk mencari solusi logis di luar diri, padahal hambatan terbesar dalam hidup seringkali datang dari tumpukan dosa yang menghalangi datangnya rahmat.
”Jangan-jangan, sulitnya jalan keluar bukan karena beratnya masalah, melainkan karena lisan kita yang terlalu kering dari memohon ampunan,” ujar Ust. Said di hadapan jamaah.
Istighfar: Kunci yang Terlupakan
Dalam ceramahnya, beliau menguraikan mengapa Istighfar menjadi kunci utama dalam menghadapi badai kehidupan:
Pembersih Penghalang Rezeki: Dosa ibarat karat yang menutupi hati dan menutup pintu-pintu kemudahan. Istighfar adalah pengikis karat tersebut.
Magnet Pertolongan Allah: Dengan beristighfar, seorang hamba mengakui kelemahannya. Di titik kerendahan hati itulah, kekuatan Allah (Ma’unah)
bekerja.
Transformasi Lelah Menjadi Lillah: Istighfar mengubah sudut pandang kita terhadap ujian—dari beban menjadi penggugur dosa.
Pesan Penutup di Hari Jumat
Menutup ceramahnya, Ust. Muhammad Said mengingatkan bahwa hari Jumat adalah momentum Sayyidul Ayyam, waktu yang mustajab untuk memperbanyak permohonan ampun. Beliau mengajak jamaah untuk tidak sekadar menjadikan istighfar sebagai ritual di lisan, tapi sebagai kesadaran di dalam hati.
”Jika ujian hari ini terasa lebih berat dari kemarin, perbanyaklah istighfar. Karena dengan ampunan-Nya, beban yang berat akan terasa ringan, dan jalan yang buntu akan diberi celah keluar yang tak disangka-sangka,” pungkasnya.











